Friday, August 12, 2005

Happy birthday, Dea!!

Hari ini harinya Deyra Supriadi aka Dea, seorang sahabat yang belum lama kukenal sebagai kejutan luar biasa dalam hubunganku dengan hujan renik. Dea ulang tahun hari ini, dan tidak ada yang bisa kulakukan lebih tulus dari mendoakannya. Mudah-mudahan kamu selalu panjang umur, sehat selalu, dan menyadari kapasitas dirimu untuk boleh berbahagia.

Image hosted by Photobucket.com

It's you, the real you with smile in your lips and eyes...mudah-mudahan begitu pula hari ini.

Kaca (hati dan bukan) mata

Pernah dengar penyakit kambuhan? Iya, betul penyakit kambuhan tuk penderita kambuhan, alias berkala dan berulang dengan siklus yang pasti (pun tak pasti). Nah, satu hal yang aku baru alami sendiri dan buktikan kebenarannya, aku benar-benar harus bertanya kepada petugas yang berwenang, betulkah aku lebih bodoh dari keledai (buridan)? Lagi-lagi aku kecewa dengan mata normalku. Ya, aku harap-harap cemas saat kembali dengan resep dokter di tanganku. Mengintip sejenak dan...hasilnya tetap sama. Mataku normal, tidak plus pun minus sedikit pun. Tapi entah mengapa aku sangat cemas...

Bagaimana aku nanti harus basa-basi dengan mereka yang tidak bisa lihat jauh, yang memilih deretan paling depan di pertunjukan opera, yang tidak bisa lagi membaca sambil tiduran dan mungkin cepat pusing bila baca buku dalam keadaan setengah gelap. Lalu belum lagi sopan santun pada orang tua yang bermata plus, fiuh..ehm, iya om..oh enggak saya keliatan kok jarak segitu..iyah..heem..*tengsin berat bo. Nanti, mungkin akhir minggu aku akan minta pengklasifikasian kelainan mata pada pihak yang berwenang. Agar masing-masing hidup di akuarium yang tepat, dengan komunitas yang tepat. Karena lagi-lagi aku kecewa, patah hati dan bahkan patah arang pada mereka yang menilai manusia dari agamanya.

Berapa ribu kali Isa Almasih perlu turun ke dunia dan berkata bahwa Ia tak beragama, tak bicara latin, tak menulis arab, dan perduli setan dengan semua ritual dan konservatifnya orang tua. Nanti pun kita membawa diri sendiri, pahala dan dosa sendiri, untuk keselamatan sendiri.


Image hosted by Photobucket.comImage hosted by Photobucket.com


Nah mungkin kacamata baca seukuran ini paling pantas untuk orang-orang taat beragama penutup mata batin itu. Duh...!! Shame on you, guys....

Wednesday, July 27, 2005

My Summer

Hidup dengan lengkung senyum pun kegusaran yang dapat menular, itu semua adalah pilihan. Mungkin aku adalah orang yang paling cepat berpuas diri, tapi sungguh hidupku tak kekurangan apapun. Masalah datang dan pergi, aku selalu tahu dapat mengandalkan siapa dan apa.


Image hosted by Photobucket.comImage hosted by Photobucket.com

HORMAT GRAK kepada pemenang hatiku =')
btw thanks cumy buat topinya hahaha...

Sunday, July 24, 2005

Buku kanak-kanak

Memori kadang bisa membunuh. Aku rindu sekali akan buku favoritku sewaktu kanak-kanak. Bundel hijau tua yang sudah lapuk itu tak pernah absen dari malam hariku, walau hanya beberapa bulan. Cover bukunya pekat dengan kesederhanaan, dan itu yang buatnya menarik di mataku, walau buku itu adalah satu di tengah puluhan buku lain yang ramai corak dan gegap gempita dalam kehidupan metropolitan.

Buku favoritku terlihat sesak, penuh dan memang penuh dengan ilmu. Hidup diserukannya sebagai sekolah tiada akhir, dimana setiap wadah kegiatan sampai masalah sekalipun adalah pendidikan, terutama untuk diri kita. Buku favoritku sering dilalaikan, kadang olehku, dan sering oleh orang lain. Buku, dia dizalimi dengan apa yang disebutnya pilihan bebas tapi mungkin bukan pilihan sadar bagi pelakunya.

Menjelang malam, ya dia temani aku tidur dengan cerita-cerita yang nyaris tak bisa kubilang manis. Ceritanya hampir semua berakhir pedih, tak bahagia, tapi mengisi fikir dan terutama batinku dengan masih indahnya hidupku, bersyukurnya aku, dan begitulah seyogyanya.
Aku tumbuh semakin besar. Tidak lagi dengan pola fikir yang sederhana, dan mungkin aku telah menjadi tiara yang tidak lagi dengan huruf kapital T di depannya. Aku disuguhi begitu banyak hal baru yang ada dalam buku-buku hadiah dari orang tuaku. Tapi sungguh, sampai sekarang aku ini insomnia karna buku favoritku, dengan sampul hijau dekil itu entah berada dimana.

Aku rindu, akan masa kanak-kanak,
hidup hanya hitam dan putih,
melangkah satu demi satu.

Tanpa memakan ratu setelah kuda kukorbankan,
perduli setan dengan catur, walau aku masih ingat,
kata-kata dalam buku favoritku...


"Meski belum hilang penat ini, tapi rindu tak bisa menunggu. Perjalanan panjang dalam sunyi, menyisa banyak cerita untuk ditulis. “Karena ada sedikit gangguan dalam memori jangka panjangku, tak bisa mengingat terlalu lama, atau terlalu banyak…”. Padahal tidak ingin aku kehilangan saat kau letakkan tanganmu di wajahku, lalu ada senyum, “seperti papan catur,” katamu. Kontras warna! "

Monday, July 18, 2005

Hectic dan Hujan Bulan Juni

Hari ini hectic banget. Dari jadwal buat design toko, ketemu kontraktor, ke salon, ngurusin ban kempes, buat tugas OD, beresin puisi buat temen yang mau nikah, janji ma ibu negara, ngurusin orang kumat gara2 gak dilarang berhubungan lagi. Ah, what a day. Seperti biasa jadi sensi, bawaan mau ngedumel mulu. Tapi kumpulan emosi tertumpah saat baca Hujan Bulan Juni. Penulis yang hebat, orang pertama yang tulisannya bisa buat mataku berkaca-kaca di tengah2 kuliah di Prasmul.

Monday, July 11, 2005

One step ahead

Just came back from Jogja. What a trip...sebenarnya perjalanan 50 menit kali dua untuk hitungan bolak balik itulah yang menyenangkan, entah kenapa dan mengapa. Aku disana survei distro untuk spot sambas nanti. Menarik dan sangat variatif, dari mailbox, slackers, pinker, whatever, and even hitam, toxic, dan killcat tuk display depan atau gratifiti..hahaha..tutup sih..katanya ada pameran tato di bandung. Tapi oke lah karena aku jadi bisa ada perbandingan, yah itung-itung mencari SWOT. Dan satu hal yang lebih bagus lagi, dapet link buat barang-barang band/distro lokal.

Cuma satu setengah hari di Jogja, suara masih minim dan batuk sepanjang jalan kenangan. Ah, benci banget, walau kontradiktif krn ternyata mood malahan meningkat drastis, diikuti dengan pemulihan kesehatan yang perlahan tapi pasti. Terlalu banyak hal yang ada di pikiran sekarang. Untuk sementara harus dibuat list yang terpenting sepertinya. Yaitu sub rosa project, selesain tugas-tugas kuliah (OD individu, role play etika, AM), design toko dan substansi. Yah, one by one..mudah-mudahan terlaksana dengan baik...

Saturday, June 25, 2005

Lurus dan kelok

Bukan eselon teratas, tapi sebagai pegawai yang sudah puluhan tahun mengabdi pada suatu instansi pemerintah yang katanya mengatasnamakan kepentingan rakyat, Pak Soewondo merasa harus mengambil kesempatan tuk pensiun dini tahun ini, di umurnya yang ke 53.

Tradisi yang melekat di lingkungan kerjanya membuat Pak Soewondo menyerah. Dia enggan tuk makan hati dan ditekan dari atas pun bawah karena melakukan sesuatu yang benar menurut nuraninya. Tidak mungkin kekuatan satu orang dapat mengganti haluan satu kapal, kecuali dia adalah juru kemudi, atau kapten kapal itu sendiri.

Sudah puluhan tahun ia mencoba membelokkan suatu tradisi yang salah dimatanya, yang hanya alirkan jumlah dengan nominal enam dan angka satu di depannya ke dalam tabungannya, tentu setelah dipotong biaya A sampai X. Padahal nama besar dan bukan harum instansinya mengasumsikan orang-orang terhadap semua yang dimilikinya, dan mungkin masih ada banyak di belakang yang ditutupi, kata mereka.

Hanya Pak Soewondo dan keluarga yang tahu, mahalnya suatu kejujuran. Itu sebabnya keluarga Pak Soewondo mendukungnya tuk mengambil pensiun dini.

Karna pekerjaan dan penghasilan berbeda. Kita selalu punya pekerjaan, tapi tak selayaknya sebuah penghasilan membuat mental seseorang compang camping. Bila yang rusak tidak dapat didaur ulang, lebih baik kita buang daripada menambahkan beban.

Friday, June 10, 2005

Free (for loving, hoping, and having!)

Bicara kepemilikan, bicara kekuasaan, erat dengan kata me- dan di- zalimi. Siapa yang ajarkan premis itu berlaku umum? Siapa yang berani bilang saat ini juga bahwa kebebasan itu membebaskan? Aku telah menemukan bahwa kebebasan adalah beban berat. Mungkin aku hanya ingin dimiliki, seutuhnya atau tidak sama sekali.

ying and yang

My dearest nene, happy birthday sweets! Genap 6x ulang thn kita udah brg. Walau terpisah jarak tp kamu ttp sahabatku yang terbaik. Jgn pernah berubah ya sayang. I wish u all the best, panjang umur, cepet kelar kuliahnya, cepet blk ke jakarta utk brg d rahardjo’s, bobs, and your old socks =p LUV!!

Sms sent, 00:01 am

Thank you sayaaangg..!!Hmm blm genap 6x ti, br genap stlh tgl 18! Anyway, thanks for all those years of good times and friendship. You are truly my irreplaceable old socks! Hugs and kisses! Take care cins! Btw, sori blm sempet jwb msg, gue exam bsk. Abis bsk yaa. Daahh monyeett! Huhuhu...

Sms delivered, 10:30 am

Tidak ada yang diedit, di sisi debit maupun kredit. Luar biasa mendapatkan masih banyak orang sekitarku yang bisa begitu tepat memposisikan dirinya.

bestbuddy's birthday

Adriana Pramadhani..as always aku menunggu lewat jam dua belas malam, sekedar mengirim sms ke nomer handphone miliknya di NZ. Gosh, miss you so much ne..wish you all the best, my pair of old socks. Setelah dihitung rupanya telah enam ulang tahun kita lewati bersama, berharap tentu pada belasan atau puluhan lainnya, sampai-sampai kita harus diingatkan tahun berapa kita lahir.

Wednesday, June 08, 2005

X factor

Hidup luar biasaku. Entah di luar biasa itu baik atau tidak, pandangan siapa pula yang berhak menjustifikasi. Selalu kupakai kata badai, entah itu suatu bentuk pembelaan yang dewasa atau tidak. Seakan-akan itu diluar kuasaku, dan menunjuk musuh yang sebenarnya tak lain adalah aku sendiri, atau apa yang ada di dalam aku.

Terlalu banyak rencana penting dan mimpi yang tertunda. Sudah saatnya aku melanjutkan perjalanan dan kembali menapak dengan genggam tangan yang kuat menopang. Betapa luar biasa, meretas dari kejemuan yang tak lagi berbicara padaku.

Sunday, June 05, 2005

With a 'little' help from my friend

Kayaknya memang keliru besar kalo nyoba pake paradigma ekono-math thdp kebaikan hatimu. Kalimat itu mengguyur batin yang sempat merah meradang. Ah, ada yang bilang i'm a devil inside (pasti yang bilang pecinta beatles hahaha), tapi ada juga yang terang-terangan menyangkalnya. Toh siapa pun boleh berpendapat, dan aku tentu boleh memilih untuk mendengar mereka yang tak anonim.

Hidup selalu seperti roda, kadang di atas dan kadang di bawah. Kalau aku lebih suka menyebutnya kincir air..kenapa? Karena buatku baik di atas maupun di bawah, mereka fungsikan satu yang sama dan jelas terlihat, yaitu play their role. Mana kutahu tadi sore aku mendapat balasan yang luar biasa, thanks a lot renta buat ajaran akuntansi manajemennya. You're such a nice person.